Kita sering mendengar orang mengatakan “Ngga tau ya bisa apa ndak ?. Aku coba lobby dulu ke orangnya !”. Kalo kita tengok di kamus bahasa Inggris arti dari lobby itu sendiri adalah (1)ruang masuk, (2)mencoba mempengaruhi. Nampaknya pengertian kedua yang akan kita bicarakan kali ini....
Jika seseorang merasa tidak melewati jalan yang mulus untuk mendapatkan keinginannya maka ia akan mencoba menggunakan cara lain yang seringkali di luar prosedur, ada yang mengatakan itu sebagai bentuk lobby. Jika ada seseorang mencoba mengubah keputusan orang lain demi tercapai tujuannya (entah bagaimana caranya), juga ada yang mengatakan itu sebagai bentuk lobby.
Lobby..lobby.. sebuah kebiasaan, kebutuhan, keharusan atau penyakit ? Nggak taulah !! Pernah ada satu ketika saya tersenyum simpul mendengarkan seorang mahasiswa menyeletuk ke temannya ketika teman yang lain lewat di hadapan mereka “Eh, lihat itu Mr. Lobby..Lobby, Mr. Lobby..Lobby (sambil mendendangkannya persis irama lagu “Mr. Loba-Loba” eh bukan ding judulnya sih “Mr. Bombastic” by Shaggy) !!” Meskipun saya pikir kayaknya nggak nyambung deh isi dari lagu tersebut dengan mahasiswa “Lobby-Lobby” itu. Begitu sinis mereka memandang dan berpikir tentang si “Lobby-Lobby”. Belum-belum ada negative thinking “Jangan-jangan si Lobby-lobby neh mau nemuin dosen A untuk urusan nilai yang nggak keluar karena masalah absen yang mepet. Eh..jatuh-jatuhnya dalam itungan hari nilai AB terpampang di papan pengumuman. Lobbying nya hebat juga neh anak..(gumaman, ungkapan, celotehan, pikiran bahkan umpatan dari temen-temen se angkatan nya silih berganti)..” Kali ini lagi-lagi saya lah yang sempet mendengar dengan tidak sengaja omongan dari temen si Lobby-loby tersebut. Namun kali ini bukan senyum simpul yang nampak dari wajah saya, melainkan kernyitan di kening sembari berpikir “Actually, what is going on?” “What’s wrong with lobby-lobby ?”
Sebegitu hebatkah dampak yang ditimbulkan dari sebuah lobby-lobby ? Apakah lobby-lobby merupakan sesuatu hal yang teramat istimewa sehingga banyak orang yang memanfaatkannya bahkan mencemoohnya ?
Kita dapat melihat bagaimana seseorang yang ingin sekali maju menjadi ketua sebuah partai, kepala suku dari sebuah daerah, bahkan ketua OSIS pun berusaha melakukan lobbying dari satu orang ke orang lain dari satu tempat ke tempat lain? Wajarkah hal ini? Uuups...pertanyaan yang salah ! Semestinya, jika hampir semua orang sudah pernah melakukan hal tersebut maka yang jadi jawabannya adalah “Ya ! Itu sesuatu yang teramat sangat wajar..”
Bagaimana dengan dunia pendidikan ? Perlukah lobbying ini? Jika perlu, sampai sejauh mana ?
Apakah sah-sah saja jika lobbying dilakukan oleh mahasiswa yang sering sekali bolos untuk alasan yang tidak jelas, dan diijinkan mengikuti ujian ?
Apakah sah-sah saja jika lobbying dilakukan oleh mahasiswa yang selalu ingin menghindari tugas yang diberikan oleh dosen ?
Apakah sah-sah saja jika lobbying dilakukan oleh mahasiswa yang bahkan tidak pernah mengerti apa yang selama ini ia pelajari dari semester awal sampai semester akhir ?
Apakah sah-sah saja jika lobbying dilakukan oleh mahasiswa yang tidak pernah mengikuti ujian tetapi meminta nilai ?
Apakah sah-sah saja jika lobbying dilakukan oleh mahasiswa yang tidak pernah belajar sama sekali tapi ingin lulus dan mendapatkan nilai bagus?
Akhirnya kita akan merenung dan berpikir, jika semua jawaban atas pertanyaan tersebut adalah sah-sah saja, maka apa yang sebenarnya terjadi dengan dunia pendidikan kita?
Kemanakah nilai idealisme pendidikan yang kita bangga-banggakan ? Sudahkan terjadi degradasi nilai pendidikan di Indonesia ? Apakah institusi pendidikan tak jauh beda dengan gambaran peta politik Indonesia saat ini, dimana semuanya dipenuhi dengan strategi yang cerdas.. atau licik ? Benarkah sebuah lobbying juga merupakan usaha ? Salahkah saya kalau mengatakan demikian ? Bahwa seorang mahasiswa jika ingin lulus dengan predikat yang baik atau bahkan sangat memuaskan harus rajin berdoa dan berusaha ? Tetapi benarkah lobbying merupakan bentuk usaha yang harus ditempuh juga ? Bahwa lobbying lebih bisa diandalkan ketimbang harus belajar mati-matian berkutat dengan buku-buku tebal dan tugas dosen yang tak ada habisnya ?
Yaahh...kembali lagi hanya kita sebagai si pelaku yang dapat menjawab. Mungkin lobbying memang diperlukan tetapi bukan suatu keharusan dan kebutuhan. Mungkin saja lobbying memang diperlukan jika kita sudah berusaha sekeras mungkin tetapi ternyata hasilnya tidak sesuai harapan. Mungkin saja lobbying diperlukan jika kita menemui banyak sekali rintangan untuk mewujudkan tujuan kita. Mungkin saja lobbying memang diperlukan untuk satu saat dimana kita benar-benar tidak menemukan jalan keluar lagi.........
6/18/2007
Full of Memories.............
Melewati weekend serasa memutar slide film kembali ke masa-masa nenek moyang dulu (emang udah setua apa seh ?) Aku masih ingat ! waktu kecil saat yang paling kunanti adalah weekend bareng keluarga. Dan itu seperti suatu rutinitas yang nampaknya berpotensi untuk membosankan tetapi teteeep tak bisa membuatku bosan atau meninggalkannya. Apa yang kucari dari rutinitas yang berpotensi membosankan itu ?? Apakah kewajiban ? Apakah perasaan sungkan ? Apakah keterpaksaan ? Ataukah terdorong oleh sifat oportunis ? Bukan..Bukan..BUKAN ITU !! Lantas apa ?!! KEBERSAMAAN lah jawabannya...
Kebersamaan adalah sesuatu yang sangat kubutuhkan.......
Meski tanpa kata terucap, meski tanpa celotehan, meski tanpa kamera yang mengabadikan sebuah momen, meski tanpa kudapan yang dapat dinikmati, meski tanpa uang (he.he. dikit-dikit tetep harus ada lah), kebersamaan dapat menghilangkan semua ke-tanpa-an itu. Kebersamaan adalah ketika hati berbicara. Dalam suasana sunyi sekalipun, kebersamaan sudah dapat menjembatani sebuah pembicaraan dari hati ke hati, menjembatani sebuah pengertian dan akhirnya menghilangkan kemarahan dan kebencian yang menumpuk.
Itu yang kurasa saat melewati weekend bersama orang-orang tersayang. Ketika ungkapan cinta dan sayang sangat sulit keluar dari mulut kita. Bukan berarti kita tidak sayang atau tidak cinta. Hanya saja mungkin kita tidak terbiasa... Itu jugalah yang sempet aku alami..... Tetapi apakah kita dapat menjamin jika seandainya ungkapan cinta dan sayang itu terlontar dari mulut, apakah itu diucapkan secara tulus dari lubuk hati yang paling dalam ??? Tak taulah aku !!! Yang jelas hati ngga pernah bisa berbohong !!! Mulut bisa bilang, but your heart wont lie...
Akhirnya kuputuskan untuk selalu mengikuti ritual weekend bersama keluarga atas perwujudan ungkapan cinta dan sayang serta pemenuhan kebutuhan itu...
Banyak sekali memori terekam dalam benakku ketika menghabiskan weekend bersama. Dari sekedar jalan-jalan ke mall, ke simpang lima, makan di warung, restoran, nonton bareng, renang bareng, rekreasi ke luar kota sampai beres-beres rumah, ngecat rumah, mbetulin ledeng, bercocok tanam, masak bareng semua kunikmati tiap detiknya dengan sepenuh hati seolah-olah esok mungkin kita tidak akan ada hari lagi....
Waktu berjalan..kedewasaaan bertambah...umur bertambah...gaya hidup berubah...cara pandang berubah...penampilan berubah...tapi..tetap satu yang tidak pernah akan berubah dariku....yaitu keinginan untuk tetap menjaga KEBERSAMAAN dengan orang-orang yang kucintai yang seringkali karena rutinitas, yang seringkali karena kesibukan, yang seringkali karena kemarahan mereka kuacuhkan begitu saja....(karna kupikir aku tak akan tau kapan matahari akan berhenti terbit dari sebelah timur, karna kupikir aku tak akan tau kapan aku akan berhenti bernapas, karna kupikir aku tak akan tau kapankah waktu akan berhenti...SELAMANYA).
Kebersamaan adalah sesuatu yang sangat kubutuhkan.......
Meski tanpa kata terucap, meski tanpa celotehan, meski tanpa kamera yang mengabadikan sebuah momen, meski tanpa kudapan yang dapat dinikmati, meski tanpa uang (he.he. dikit-dikit tetep harus ada lah), kebersamaan dapat menghilangkan semua ke-tanpa-an itu. Kebersamaan adalah ketika hati berbicara. Dalam suasana sunyi sekalipun, kebersamaan sudah dapat menjembatani sebuah pembicaraan dari hati ke hati, menjembatani sebuah pengertian dan akhirnya menghilangkan kemarahan dan kebencian yang menumpuk.
Itu yang kurasa saat melewati weekend bersama orang-orang tersayang. Ketika ungkapan cinta dan sayang sangat sulit keluar dari mulut kita. Bukan berarti kita tidak sayang atau tidak cinta. Hanya saja mungkin kita tidak terbiasa... Itu jugalah yang sempet aku alami..... Tetapi apakah kita dapat menjamin jika seandainya ungkapan cinta dan sayang itu terlontar dari mulut, apakah itu diucapkan secara tulus dari lubuk hati yang paling dalam ??? Tak taulah aku !!! Yang jelas hati ngga pernah bisa berbohong !!! Mulut bisa bilang, but your heart wont lie...
Akhirnya kuputuskan untuk selalu mengikuti ritual weekend bersama keluarga atas perwujudan ungkapan cinta dan sayang serta pemenuhan kebutuhan itu...
Banyak sekali memori terekam dalam benakku ketika menghabiskan weekend bersama. Dari sekedar jalan-jalan ke mall, ke simpang lima, makan di warung, restoran, nonton bareng, renang bareng, rekreasi ke luar kota sampai beres-beres rumah, ngecat rumah, mbetulin ledeng, bercocok tanam, masak bareng semua kunikmati tiap detiknya dengan sepenuh hati seolah-olah esok mungkin kita tidak akan ada hari lagi....
Waktu berjalan..kedewasaaan bertambah...umur bertambah...gaya hidup berubah...cara pandang berubah...penampilan berubah...tapi..tetap satu yang tidak pernah akan berubah dariku....yaitu keinginan untuk tetap menjaga KEBERSAMAAN dengan orang-orang yang kucintai yang seringkali karena rutinitas, yang seringkali karena kesibukan, yang seringkali karena kemarahan mereka kuacuhkan begitu saja....(karna kupikir aku tak akan tau kapan matahari akan berhenti terbit dari sebelah timur, karna kupikir aku tak akan tau kapan aku akan berhenti bernapas, karna kupikir aku tak akan tau kapankah waktu akan berhenti...SELAMANYA).
6/15/2007
Knapa harus DUA sih mah ???
Ngga tau kenapa pertanyaan itu terlontar dari mulut mungil Asya. Anak kecil umur 5 tahun tapi berpikir layaknya seperti anak SMP....
(si mamah cuman bengong aja ..)
Emang apa yang salah kalo mamah punya 2 ???!!!
(iiiihhh..Sebel !! Mamahnya oon neh !!)
Bukan SALAH mah!!! Tapi kenapa harus dua ? Iya! napa ngga satu aja ?
(lagi-lagi si mamah mengernyitkan keningnya......speechless)
Eeehm...ya gimana ya ?? Lha wong dikasih dari sononya gitu !!
(jawaban yang nggak memuaskan :pikir Asya)
Lho ! Dulu mamah pernah bilang kalo Asya ni ada karna Mamah n Papah kawin (jadi penganten) !! Mustinya pas kawin Mamah n Papah bisa mbuat satu aja, ngga perlu ampe dua segala...kebanyakan..ribet...repot... mah
(uuups !! Si mamah sadar kalo ternyata jawaban asal yang terlontar (gara2 gak mau direcokin) direkam kuat oleh tuyul satu ini)
Oh..gini lho maksudnya. (klarifikasi neh critanya). Kalo anak itu anugerah (waduh ngerti ngga ya maksudnya ??) dari Allah. Mau dikasih berapa aja ama Allah, ya kita harus terima ...
(asya terdiam...lagi mikir..kayaknya mudeng...)
Oh..gitu !! Brarti kalo pengin punya anak nggak perlu kawin dulu dong Mah.(Gubraaaakkss..). Brarti nanti kalo punya anak perut Asya jadi ndut dong kayak mamah dulu.. Jadi kalo Asya pengin punya anak sekarang bisa ya mah, tinggal minta ama Allah ya ?!! Ntar Asya mo minta anak 10 ah...Biar rame rumahnya (gimana seh kok ga konsisten..ktnya pengen satu aja..Asya..Asya..dasar Asya...).
(waduh gawat neh :pikir mamah, masak pengen punya anak tp gak pake acara kawin ..tau-tau ndut gitu aja ? Celaka 17 deh!!! Oh Noooo..Tulung..Tuluuung)
Ya udah gini aja, sekarang Asya berdoa ama Allah mo minta anak brapa ?? Tapi minta dikasihnya ntar kalo udah gede aja ya?
End of discussion .....coz Asya dah ngantuk mo mik susu di dot ktnya......(Smoga aja kita ngga akan mbalik ke topik yang sama lagi :pikir si mamah...)
(si mamah cuman bengong aja ..)
Emang apa yang salah kalo mamah punya 2 ???!!!
(iiiihhh..Sebel !! Mamahnya oon neh !!)
Bukan SALAH mah!!! Tapi kenapa harus dua ? Iya! napa ngga satu aja ?
(lagi-lagi si mamah mengernyitkan keningnya......speechless)
Eeehm...ya gimana ya ?? Lha wong dikasih dari sononya gitu !!
(jawaban yang nggak memuaskan :pikir Asya)
Lho ! Dulu mamah pernah bilang kalo Asya ni ada karna Mamah n Papah kawin (jadi penganten) !! Mustinya pas kawin Mamah n Papah bisa mbuat satu aja, ngga perlu ampe dua segala...kebanyakan..ribet...repot... mah
(uuups !! Si mamah sadar kalo ternyata jawaban asal yang terlontar (gara2 gak mau direcokin) direkam kuat oleh tuyul satu ini)
Oh..gini lho maksudnya. (klarifikasi neh critanya). Kalo anak itu anugerah (waduh ngerti ngga ya maksudnya ??) dari Allah. Mau dikasih berapa aja ama Allah, ya kita harus terima ...
(asya terdiam...lagi mikir..kayaknya mudeng...)
Oh..gitu !! Brarti kalo pengin punya anak nggak perlu kawin dulu dong Mah.(Gubraaaakkss..). Brarti nanti kalo punya anak perut Asya jadi ndut dong kayak mamah dulu.. Jadi kalo Asya pengin punya anak sekarang bisa ya mah, tinggal minta ama Allah ya ?!! Ntar Asya mo minta anak 10 ah...Biar rame rumahnya (gimana seh kok ga konsisten..ktnya pengen satu aja..Asya..Asya..dasar Asya...).
(waduh gawat neh :pikir mamah, masak pengen punya anak tp gak pake acara kawin ..tau-tau ndut gitu aja ? Celaka 17 deh!!! Oh Noooo..Tulung..Tuluuung)
Ya udah gini aja, sekarang Asya berdoa ama Allah mo minta anak brapa ?? Tapi minta dikasihnya ntar kalo udah gede aja ya?
End of discussion .....coz Asya dah ngantuk mo mik susu di dot ktnya......(Smoga aja kita ngga akan mbalik ke topik yang sama lagi :pikir si mamah...)
Subscribe to:
Posts (Atom)