7/15/2009

Anak Les, Ibu Bingung...Ibu Ngeles Anak Mutung

Bener-bener heboh ketika AsyaLala (6 & 7 years old girl) minta les ini dan les itu. Dari mulai Taekwondo sampe mewarnai. Hhhhmm..setelah berpikir-pikir, menimbang-nimbang, dan menganalisa akhirnya sang Mama m-e-m-u-t-u-s-kan hanya Les Renang, Les Menggambar dan Mewarnai, dan Les Sempoa dulu aja yang diambil. Belum lagi ekstra kurikuler yang di sekolah nari ama drumband.. Fiuuuh..(mode on *ngelap keringet*). Alhasil sang Mama jadi sopir pribadi untuk antar jemput. Dan ternyata nggak sampai situ aja, sang Mama masih harus terlibat dalam urusan les-lesan ini lebih jauh (selain masalah bayar les tentunya), yaitu: Mengulang Pelajaran yang didapat dari Les tadi!!! (Nah loh, jadi dapet PR tuh Mama).

Dimulai dari Guru Les Gambar sebut aja Pak Naryo, yang setiap mau pulang selalu pesen ke sang Mama "Bu, ini AsyaLala sudah bagus, tapi masih belum telaten dan kurang rapi, tolong dilatih di rumah, ya? Ntar kalo sudah bagus ama rapi bisa ikut lomba..". Trus, Guru Sempoanya bu Nerry, bilang:"Bu, kalo masalah kecepatan lebih cepet Lala (adiknya) ketimbang kakaknya (Asya). Cuman masalahnya kalo udah mencapai puluhan Lala suka agak bingung..Jadi supaya terbiasa dan cepat, dilatih di rumah ya Bu untuk keduanya, nanti Ibu yang mendikte".
Itulah daftar pekerjaan dari tempat les yang harus dilakukan sang Mama di rumah. UNTUNGNYA guru renangnya Pak Nardi nggak bilang seperti ini: "Bu, anaknya sering diajak berenang ya bu, untuk latihan, biar nanti bisa ikut OLIMPIADE ???@$# (mode on *pusing keliling2).
Nah loh!! akhirnya sapa yang ikut pinter coba, setelah 4-5 kali les? jawabannya ya Mamanya AsyaLala!! karna sekarang sang Mama dah bisa mewarnai pake crayon dengan teknik mewarna yang benar, udah bisa ngitung pake sempoa dari bilangan satuan ampe puluhan. Renang??!! kalo untuk urusan yang atu ini mau belajar berulang-ulang untuk yang satru ini teteeep susah deh..Gak ngapung-ngapung langsung nyemplung!!
Dan singkat cerita, setiap hari sang Mama selalu meluangkan waktu buat ngulang materi yang disampaikan di tempat les, trus kalo sang Mama nyoba ngeles dengan berbagai alasan tentunya (yg capeklah, yg banyak kerjaanlah, yg ngantuklah, de el el) si Anak bakal Mutung (alias ngambek):(
Dan akhirnya bisa ditebak, sesuai dengan judul posting di atas: ANAK LES IBU BINGUNG, IBU NGELES ANAK MUTUNG.

Happy Anniversary

glitters

Another year to create
precious memories together.
Another year to discover
new things to enjoy about each other.
Another year to build
a life rich in love and laughter.
Another year to strengthen
a marriage that defines "forever."
Happy Anniversary!

7/07/2009

2 Putaran? 5 Putaran? atau 7 Putaran?

Mudah-mudahan dari judul di atas anda tidak menganggap bahwa saya termasuk Golongan Putih (GolPut) atau yang lebih parah lagi provokator (jadi agak ngeri tulis opini semenjak ada kasus prita dgn emailnya*mode on takyuuut*). Bagaimanapun juga saya tetap mendukung kesuksesan dan kelancaran dari Pilpres besok…cieee.

Yang melatarbelakangi saya memposting tulisan ini adalah karena banyak statement yang dilontarkan oleh kerabat, teman dan relasi yang mendukung lebih dari 1 putaran. Saya tidak tahu apakah statement tersebut berupa candaan atau serius dari dalam lubuk hati mereka yang paling dalam….



Tapi satu hal yang saya berani pastikan apa yang ada di lubuk hati teredalam mereka adalah dengan pilpres lebih dari 1 putaran maka LIBUR NASIONAL bertambah. Dengan bertambahnya libur nasional, maka alokasi DANA PEMILU juga bertambah, dimana dana pemilu juga merupakan uang rakyat dan satuan terkecil dari Rakyat adalah individu, maka karyawan seorang perusahaan juga merupakan individu. Sehingga jika dilihat dari kacamata karyawan swasta yang masih menggantungkan hidupnya dari gaji perusahaan, maka bukan tidak mungkin terjadi pengurangan jumlah GAJI akibat Pilpres lebih dari 1 putaran.

Kesimpulannya dalam bentuk pertanyaan adalah:

  1. Apakah terdapat korelasi antara JUMLAH LIBUR dengan DANA PEMILU dan JUMLAH GAJI SESEORANG?
  2. Buktikan dengan analisa regresi apakah JUMLAH LIBUR dan DANA PEMILU juga mempengaruhi GAJI SESEORANG?

7/03/2009

HOROR ATAU THRILLER??

Saya jadi penasaran, bener nggak ya kalo THE ORPHANAGE saya kategorikan sebagai HOROR? Gmana kalo film SCREAM? masuk genre HOROR ato THRILLER? Karena penasaran akhirnya minta bantuan ama mbah Google. Dan inilah hasilnya…

Kita bahas horror dulu ya? Menurut om wiki ini horror adalah sebuah film yang berupaya mendatangkan emosi ketakutan dari penonton. Plot yang disajikan biasanya berisikan kematian, supernatural dan kelainan jiwa pada tokohnya. Film horor dikenal juga dengan istilah chillers, scary movies, spookfests, dan the macabre.


Sedangkan kata Thriller diambil dari Bahasa Inggris, yang artinya “Petualangan yang mendebarkan”, itu kata om wiki lho. Biasanya pada film thriller jagoan tersebut disetting untuk berpacu dengan waktu, melakukan pekerjaan yang menantang bahaya dengan tempo cepat dan penuh aksi…. Dengan kata lain bikin jantungan. Thriller juga menggambarkan bagaimana ketakutannya tokoh yang menjadi korban dalam menghadapi musuh yang disertai peralatan dan persenjataan yang lengkap, penuh dengan rencana dan trik. Biasanya thriller tidak ditentukan dari inti perkaranya, tapi lebih dari bagaimana inti perkara tersebut dipecahkan. Belakangan ini, genre thriller semakin banyak dipengaruhi oleh tampilan-tampilan horor untuk meningkatkan ketegangan. Dan dalam perkembangannya bermunculan sub genre untuk thriller seperti Action Thriller, Conspiracy Thriller, Crime Thriller, Disaster Thriller, Drama Thriller, Eco-Thriller, Erotic Thriller, Legal Thriller dan Horror Thriller. Nah jelas khan? Mau dibedakan susulit karena sudah berbaur jadi satu….


Hati-hati Bicara Asal Daerah..

Hhhmmm…ada-ada aja yang terjadi menjelang PILPRES ini, black campaign semakin marak, saling sindir kian kenceng, dan yang lebih parah lagi saling berlomba untuk tuntut menuntut antara satu kandidat capres dengan tim sukses dari kandidat capres yang lain, trus saling demo atas statement yang dikeluarkan oleh masing-masing tim sukses capres, wah pokoknya tambah panaas deh…


Dan nampaknya kali ini yang kepleset adalah Andi Malarangeng. Gara-gara ngomong soal asal daerah pada kampanye di Makasar. Andi menuai protes dimana-mana terutama dari warga makasar..
Klo ngomongin soal daerah aja sih sepertinya gak bakal jadi masalah. Nah baru bermasalah jika dihubungkan dengan kandidat capres yang ada, serta ditambah dengan siapa yang dapat giliran untuk menjabat sbg presiden tahun ini 2009 – 2014. Bung Andi..bung Andi…ati-ati dong kalo ngomong..ingat!! masyarakat kita masih banyak yang menganut paham primodialisme…..

7/01/2009

The Orphanage

Kemarin, berhubung lagi2 ga bisa tidur saya nonton dvd. Bosen ama genre action, trus nyoba romance, bosen ama romance pengen nyoba yg laen yaitu HOROR...malem-malem ga ada temennya pula..hhhmmm nekat.

Never mind…..yg jelas saya ga nyesel nonton film ini. The Orphanage....

Openingnya dah bikin merinding duluan. Diawali di rumah panti asuhan untuk anak-anak khusus..Suram banget suasananya. Kemudian adegan-adegan yang mendebarkan yang dihadapi Laura untuk mencari anaknya Simon yang tengah mengidap HIV.

Yang paling menonjol dalam film ini adalah karakter Laura. Belen Rueda sukses mengeluarkan semua emosi yang dirasakan Laura. Penonton dibuat sangat bersimpati padanya, terutama ketika kebenaran akhirnya terbuka. Sukses buat Belle yang udah memainkan peran seorang Ibu dengan luar biasa.

O, ya saya gak mau bikin spoiler di sini. Jadi.. jangan ngarep bakalan ada review lengkap dari film ini. Saya cuman mau bilang bahwa menurut saya (boleh setuju boleh nggak) ada message yg didapat dari film ini. Ada 2 yaitu:

Yang pertama: Perjuangan seorang Ibu untuk mendapatkan anaknya kembali. Rintangan apapun itu enggak menghalangi seorang Ibu untuk mendapatkan kehidupan bagi anaknya. Dan saya boleh bilang bahwa “Mother is the strongest person in this world”.

Dan yang keduanya adalah: Percaya atau nggak percaya, ada kehidupan lain selain kehidupan yang nyata di dunia ini. Dan bagi orang yang sangat mempercayainya maka ia mampu untuk ngeliat kehidupan lain tersebut.

Dan yang buat saya suka dari film horror ini adalah cara penyajiannya. Berbeda dari film-film horror yang lain, film ini disajikan dengan cara yang elegan. Tidak terlalu mengumbar darah, potongan tangan kaki ato yang sejenis lah. Ya emang sih ada dua adegan yang agak berdarah2, yaitu saat Benigna si pengurus panti asuhan ketabrak mobil trus mulutnya jadi sobek dan satu lagi pas tangan Laura dijepit ama pintu kamar mandi. Udah itu aja..selebihnya aman, hanya bermain sound efek dan ekspresi Laura. Pokoknya Two thumbs up deh buat Belen Rueda, sukses berperan sebagai Laura…

6/30/2009

Blackberry dan Klepon




Dialogue on the phone:

Anak 7 th : Halo mah..

Mama : Halo ada apa?



Anak 7 th : Mah..beliin blackberry dong. Mau aku bawa ke sekolah.

Mama : Buat apa?

Anak 7 th : Iya ntar bwt nelpon mama klo kangen, ato minta jemput mama di sekolah. Ato bwt fesbukan mah. Ya mah ya (mode on: suara memelas) Blackberry…

Mama : (mode on: speechless) Gmana nak? ga gtu jelas suaranya..Td minta apa?

Anak 7 th : Handphone Blackberry!!

Mama : (mode on: mendadak budeg) Apa?! Beliin strawberry?! Iya, ntar di supermarket y?

Anak 7 th : Iiih mama.. bukan!!! B L A C K B E R R Y (sambil dieja)

Mama : Iya kan buah beri?

Anak 7 th : BUKAN! HANDPHONE!!

Mama : Oooo..KLEPON?? wah klo itu harus nyari ke pasar nak.

Mama : halo..halo..halo…

Tut…tut..tut..tut…(mendadak sunyi tak ada suara)

KRONOLOGIS:

Si anak habis nonton Twilight, trus kesengsem ama Edward Cullen, teruus minta mamanya bwt nyariin foto si Edward, teruuus juga minta dibikinin fesbuk biar bias kenalan ama Edward, teruuuus liat iklan Blackberry di tipi dan akhirnya nyambung tuh antara blackberry ama fesbuk ditambah klepon dan alhasil sang Mama Pusiiiing keliling2…


Twilight dan Asya (1)


Malam minggu pas ga ada kerjaan. ngapain y? Akhirnya kpikiran bwt nonton dvd aj deh..Berhubung biasanya genre action yg slalu jd menu favorit, kali ini pengen beda aj akhirnya terpilih di rak DVD adalah Twilight. Basi??!! Hhhmm ...jujur aj, booming twilight baek buku or filmnya ga bikin tertarik bwt ngebaca buku ama nonton filmnya. Ah paling jg kayak gtu2 aj. Tipikal film romance remaja yg melow-melow gtu.. Coz there is no options, akhirnya ambil jg tuh film bwt sangu malem minggu bareng syalala..(Syalala derived from: Asya 7 years old girl and Lala 6 years old girl).


Adegan pertama dimulai tak ada reaksi apapun dr SyaLala. Adegan demi adegan terlewati, hingga sampailah pada adegan di kantin dimana Bella ngeliat Edward pertama kalinya. Disitulah reaksi SyaLala mulai nampak. Yg tadinya datar tanpa ekspresi, mendadak skrg jadi mesam mesem sendiri..Mesam mesem ini jd senyum tersipu ktika Edward dan Bella mulai saling membuka perasaannya. Dan menjadi ramai berteriak kegirangan ketika Edward menggendong Bella naik memanjat pohon yg tinggi. Ekspresi SyaLala suprising me....
Well..apakah si pembuat film sudah berhasil mempengaruhi emosi penontonnya (include SyaLala) dlm filmnya? Good job deh klo gtu. And now, th question is "Is it normal for kids to understand the romance feeling??! Its too early 4 them isn't?..

11/26/2007

Hii I'm here...

Haiiiii!!! Aduuuhhh.... Maap beribu-ribu maap y? Baru hari gini saya sempetin nyapa lewat blog, sekaligus sbagai pengumuman kalo saya (Alhamdulillah) masih hidup !!! Ga enak juga sih ninggalin blog hampir berbulan-bulan. Yang jelas saya pengen ngucapin MOHON MAAF LAIR BATIN buwat semuanya. Karna banyaknya urusan yang harus dikerjain maka saya mutusin bwt hiatus sejenak. Tapi mudah2an ga kelamaan. Ok, Guys Miss U so much.....

9/10/2007

Blog Niche apaan tuh ?!

Yang udah tau dilarang keras membaca postingan ini! *hehe kidding*. Arti niche dari dictionary sebenernya adalah sebuah tempat dalam sebuah society. Menurut om wiki, niche ini artinya adalah pengurangan jumlah ukuran, fokus, spesifik. Dan masih menurut om wiki, awalnya istilah “niche” itu sendiri digunakan oleh ahli ekologi untuk mendeskripsikan letak hubungan spesies dan penggunaan sumber daya di dalam lingkungannya.

Yang jelas kalo berbicara tentang blog niche adalah sebuah blog yang dibuat dengan topik yang spesifik dan populer (bukan gado-gado dan ngga populer seperti blog saya) untuk tujuan tertentu. Contohnya begini, kalo anda mengambil topik tentang keamanan komputer, maka topik bahasan tentang virus saja yang anda pilih, maka anda sudah dikatakan mempunyai blog niche (topik:virus). Ato kalo mau ambil topik gadget dan teknologi ini merupakan topik general, maka jika memilih robotics pets sebagai topiknya maka anda sudah dikatakan mempunyai Blog Niche. Ato kalo mau ambil topik fotografi tapi anda membahas khusus pada masalah infrared saja, maka anda dikatakan sudah mempunyai blog niche (betul apa salah mas Galih?!) :-)

Untuk memahami karakteristik blog niche yang baik maka coba anda main-main ke http://www.doshdosh.com/, disitu dijelaskan banyak tips dan trik tentang meraih keuntungan dengan Blog Niche. Keuntungan?! Nah lho...itu tadi yang saya bilang dengan ‘tujuan tertentu’ (dimana salah satunya untuk meraup keuntungan).

Karakteristik blog niche yang bagus adalah (sumber : http://www.doshdosh.com/) :

1. Isi Blog yang fokus
Semua postingan dari blog niche harus fokus pada topik yang spesifik tersebut (mis:robotic pets). Masih diperbolehkan jika mengambil topik yang agak general tapi tetep berkaitan dengan topik spesifik tersebut (mis:gadget dan teknologi) tapi jangan terlalu sering. Tetep konsisten pada topik spesifik tersebut.
2. Lingkup yang sempit
Sebuah blog niche mempunyai lingkup yang sempit sehingga dapat membahas secara mendalam tentang topik spesifik tersebut.
3. Materi yang unik
Hal ini berkaitan dengan pencarian kata kunci oleh para pengunjung situs. Semakin unik materi anda, maka saat mengetikkan kata kunci pada search engine akan memudahkan pengunjung untuk mengunjungi blog anda.
4. Template blog yang user friendly
Dibutuhkan template yang unik dan fleksible bagi para pengunjung.
5. Mempunyai audience
Meskipun sedikit, audience berpengaruh terhadap keberhasilan sebuah blog niche. Setidaknya sebagai pembuktian bahwa blog tersebut pernah dibaca dan dikunjungi orang.

The Departed, sebuah kepercayaan dan idealisme yang mahal harganya...



Weekend barusan saya habiskan untuk nonton dvd sepuas-puasnya. Meski bukan film baru dan bukan pertama kalinya saya tonton, but still i enjoy it....
Pilihan jatuh pada film The Departed pemenang Academy Awards 2006 karya Martin Scorsese yang sebetulnya merupakan adaptasi film hongkong Internal Affairs.

Knapa ditonton lagi ? Jujur aja, pas pertama kali nonton saya bener-bener blank tentang value yang terkandung di film ini. Dari alur cerita sih saya mudeng, tp selepas nonton ya lewat gitu aja. Paling yang tersisa adalah perasaan syok karna banyaknya adegan kekerasan dan berdarah-darah serta makian dan umpatan yang hampir di tiap scenenya terdapat pada film ini.

Tapi kali ini saya mencoba untuk mengambil value dari film ini (mudah-mudahan ngga dianggap sok tau ya?). Dan ternyata betapa mahal harga sebuah kepercayaan. Untuk dapat dipercaya atau mempercayai seseorang maka nyawa lah taruhannya. Sulit untuk mempercayai orang lain karna mungkin banyak sekali kebohongan yang sudah pernah kita buat. Terkadang saat kita sudah mulai untuk benar-benar mempercayai seseorang semuanya sudah terlambat......

Dan satu lagi yang membuat saya tersenyum kecut nonton film ini dan ngerasa tersindir dengan Martin Scorsese dalam caranya menggambarkan dua orang yang berkepribadian berbeda yaitu Collin Sullivan (Matt Damon) dan Billy Costigan (Leonardo DiCaprio). Collin Sullivan sebagai seorang pejabat dalam unit khusus kepolisian yang pintar, selalu tampil trendy dan klimis serta mendapatkan fasilitas mewah merupakan orang yang ambisius dalam karirnya, semua orang mengagumi kepiawaiannya meskipun banyak juga kolega yang membencinya karna kesombongannya. Sangat bertolak belakang dengan Billy Costigan, hanya karna latar belakang keluarganya yang berantakan dan selalu berurusan dengan hukum, maka karir cemerlang Costigan menjadi terhalang. Bukan hanya itu idealismenya sebagai seorang abdi masyarakat (polisi) pun sempat diragukan....Nampaknya Martin Scorsese ingin menyampaikan “Dont judge the books by its cover”.

Saya jadi inget dengan negara kita Indonesia. Ketika sebagian orang berdasi dengan parfum mahal dan perlente yang mengaku sebagai wakil rakyat menduduki posisi penting dan abdi masyarakat yang selalu bilang atas nama rakyat, tapi mereka sendiri lah sebenarnya yang mengeksploitasi rakyat untuk kepentingan pribadi. Ketika sebuah idealisme menjadi tidak idealis lagi, dan orang lain tidak menyadarinya gambaran itu yang ingin disampaikan Scorsese lewat peran Collin Sullivan.

Sekali lagi. Bravo buat Martin Scorsese, setidaknya berhasil membuat saya ngerasa puas selepas nonton film ini....

Asal mula Blog

Awalnya disebut dengan istilah web log merupakan sebuah website yang entri nya dimuat berdasarkan urutan waktu. Blog ini berisi berita dalam topik tertentu dan menyediakan fasilitas bagi para pengunjung blog yang ingin memberikan komentar.

Blog merupakan bagian dari World Wide Web. Pada awalnya tidak memiliki nama yang spesifik, tapi mempunyai tujuan yang hampir sama dengan tujuan pembuatan sebuah situs. Diambil dari sebuah situs, berikut adalah urutan kemunculan blog :

Sejak kemunculan internet
Tim Berners-Lee di CERN (Lab. Fisika terkenal yang terletak di Jenewa) mengumpulkan daftar situs yang online.
Juni 1993
NCSA dan Netscape memanfaatkan daftar “What’s New!”.
January 1994
Justin Hall meluncurkan Justin’s Home Page yang menjadi link dari underground.
April 1997
Dave Winner mengeluarkan Scripting News.
Desember 1997
John Barger lah yang menemukan istilah “weblog”.

Kemudian Peter Merholz lah yang mempopulerkan istilah “blog” dalam blognya. Kata “weblog” dipecah menjadi ‘we blog’. Dimana blog itu sendiri dapat dikategorikan dalam noun (blog) dan verb (to blog: melakukan editing atau posting terhadap weblog).

Mulai menulis yang lebih dari sekedar curhat…..

Mulai hari ini saya mencoba untuk menulis sesuatu yang lebih dari sekedar curhat...mo coba agak serius dikit. Eh sapa tau bisa sharing dan nambah ilmu *maklum msh cethek ilmunya*. Bukan bermaksud tuk menggurui atau sok tau melainkan karna tekanan dari berbagai pihaklah (red:mahasiswa) yang membuat saya terpaksa melakukannya.

Ato ini semacam senjata makan tuan bagi saya ya, karna terkait dengan tugas yang saya berikan pada mereka yaitu membuat BLOG dan mengisinya dengan tulisan mereka sendiri…..

Abis gimana lagi?!! Kadang kalo tidak dipaksa mereka tidak pernah mau mencoba sih *suara hati seorang pengajar*. Ada satu ungkapan : Kebisaan lahir dari sebuah keterpaksaan. Karena dipaksa membuat blog inilah (karna kalo nggak maka nilai tugasnya kosong) maka mereka menjadi mengenal dan memahami tentang BLOG dan TULIS MENULIS

Tetapi tulisan saya ini untuk newbies (pemula) di dunia blog *karna saya tahu bagaimana rasanya menjadi seorang pemula yang bener-bener pemula*, jadi jangan berharap akan menemukan sesuatu yang njlimet, rumit, complicated ato apa lah istilahnya. Paling saya hanya mengenalkan istilah-istilah yang sering dipakai di dunia blog, bukan untuk anda yang sudah pengalaman :-p Dan tulisan ini saya yakin masih banyak kekurangan... (syukur kalo ada yang mo bantu nambahin..)

8/31/2007

Tuh kan...Saya bilang juga apa ?!!!

Uuuuhh..kejadian juga !!! Ternyata ke"parno"an saya ma roda dua terbukti !! Dua minggu nyoba buat bolak-balik kantor-rumah, ternyata ngga menjamin ke"parno'an ini jadi hilang. Yang ada malah "accident" konyol, yg sebetulnya ga pantes bwt diceritain...(abis gmana? drpada postingannya kosong! he.he)

Hari kedua di minggu kedua, seperti biasa berangkat kerja menyusuri jalanan kampung menuju kantor. Si kimung *nama kendaraan roda 2 saya*, nampaknya sudah mulai jinak. Terbukti, saya sudah ngga ngerasa kagok lagi. Kata orang "feeling" nya udah main....

Sedang enak-enaknya mengendarai si Kimung di jalan kampung, tiba-tiba ada kucing tetangga lewat di tengah jalan. Kuaageet setengah mati ! sontak saya mencoba menghentikan si Kimung. Eeh.. bukannya berhenti, yang ada malah tambah kencang larinya si Kimung. Baru tersadar, bahwa bukan rem yang saya mainkan, melainkan gas *bego* (si Kimung : roda dua matic warna merah).

Tak ayal lagi, lebam-lebam dan lecet-lecet deh tangan dan kaki ini, demikian juga si Kimung. Untung beberapa detik setelah kejadian itu ada abang tukang roti yang membantu saya untuk mengangkat si Kimung.

Tukang Roti sempet nanya: " Lho mbak tadi kok bisa jatuh ketabrak apa sih? Perasaan jalanan di sini dari tadi sepi lho..."

Iiih...Tukang roti rese nih !! Kenapa pake tanya penyebabnya segala sih (abis penyebabnya gara-gara kucing lewat!! ga keren banget!). Males banget ngejawabnya. Cuman karna ga mau dibilang ngga punya sopan santun aja akhirnya saya jawab dengan sedikit berbohong *maaf ya Bang* *ampuni saya Tuhan* : " Ooh..ini tadi kayaknya rem nya ngga main...nggak pakem lagi kali!"

Si Abang Tukang roti menjawab : "Ya udah kalo gitu dibawa ke bengkel dulu Mbak, sementara jangan dipake dulu bahaya lho. Tuh di depan ada bengkel. Apa mau sekalian saya antar?! (si Abang menawarkan diri).

Dengan terburu-buru saya jawab ajah : "Ngga..ngga.. terima kasih Bang. Lha wong rumah saya deket sini kok. Biar saya telpon orang rumah aja bwt nganter saya. Makasih ya Bang. Udah saya ga pa pa kok!"

End of discussion..akhirnya Tukang roti tersebut berlalu meninggalkan saya yang masih terbengong-bengong dan menampakkan sedikit sisa shock di wajah......

Sekali lagi, makasih ya Bang ...

8/16/2007

Hurrah !!!! I can beat it ...

Sueeeneenggg banget..akhirnya I can beat it! Mengalahkan sebuah ketakutan yang berlebihan ato bahasa kerennya “paranoid” terhadap kendaraan roda dua. Parno ama roda dua ?!! *oh c’mon...*. Yap! Entah kenapa ketika berkendara dengan kendaraan roda dua yang sebutannya adalah “motor” selalu bikin perasaan jadi tegang ya???

Mungkin bener juga kalo ada orang yang bilang : makin tua seseorang, semakin banyak pertimbangan yang mengakibatkan munculnya kecemasan *alah opo to iki*. Ya, intinya makin tua orang, makin mikir-mikir untuk melakukan kegiatan yang bagi orang tersebut dianggap memacu ‘adrenalin’ alias bikin ‘sport jantung’. Ya, that’s me!

Emang ada apa sih dengan motor? What’s wrong?!! Actually, there’s nothing wrong with the motorbike, there IS something wrong with ME!!! It’s NOT because of balancing, acceleration, and capability in riding a motorbike. It’s only ‘bout the ‘psychological problem’. And the weird thing I can drive a car very well but NOT motorbike...definitely NOT.

Perasaan “insecure” lah barangkali yang bikin begitu sulit untuk bisa mengendarai sebuah motor. Ngerasa pengen jatuh lah, ngerasa goyang-goyang kalo kena angin agak kenceng dikit lah, ngerasa pengen nyerempet kalo papasan ama kendaraan lain lah, wis pokoke medeni lah ......Yah, that’s what I feel....

Namun akhirnya pada suatu situasi yang memaksa *ga perlu dijelasin in detail* muncullah sebuah keinginan untuk bisa mengendarai motor. Dari keterpaksaan inilah lahir sebuah keberanian untuk melawan ketakutan diri sendiri *alaah gayane sok puitis*.

Dan akhirnya.... hanya bisa bilang : Hurrah !!!! I can beat it ...

Kucing Garong versi SyaLala

Ampun..Tobat..Anak jaman sekarang!!! Cuman itu yang bisa saya ucapkan saat saya mendengar Asya dan Lala (SyaLala) bernyanyi. Coba bayangin ajah, anak umur 5 dan 4 th hapal lagu anak-anak *ini mah wajar* dan lagu orang dewasa, bahkan lebih fasih dari pelajaran Berhitung dan Membaca. Entah siapa yang ngajarin *yang jelas bukan mamahnya*, setiap kali nyanyi SyaLala selalu mencoba merubah lirik lagu asli menjadi lirik lagu yang “ngaco”!!!!

Coba bandingkanlah lirik Kucing Garong versi Asli dengan versi SyaLala ini ...
Saya pun jadi tau lirik asli lagu Kucing Garong bukan dari TV ato radio melainkan dari SyaLala....

Kucing Garong Versi Asli :
Kelakuan si kucing garong
Ora kena ndeleng sing mlesnong
Main sikat main embat
Apa sing liwat
Sing dadi modal andalan
Kucingedenge duit atusan
Yen bli kuat nahan iman
Bisa-bisa jadi berantakan

Kucing Garong Versi Syalala :
Kelakuan si Kucing garong
Sukanya maeman singkong
Main sikat main nyolong
Kalo liat singkong
Hei Kucing Garong yang nakal
Jangan suka nyuri maeman
Yen sukanya nyuri-nyuri
Nanti bisa ditangkep polisi

Ato lagu yang ini :

Versi Asli :
Senin Selasa, Rabu Kamis, Jumat Sabtu Minggu itu nama-nama hari.

Versi SyaLala :
Senin Selasa, Rabu Libur, Kamis Jumat Sabtu Libur, Minggu Libur juga, Hore !!!

8/06/2007

Children Happiness (2)


Anak 2 : Asyik...nanti ada lomba 17-an ya?

Anak 1 : Iya ! kamu mo ikut lomba apa?

Anak 2 : Aku mo ikut semuanya aja aah..

Anak 1 : Eeh..ga boleh ! Kamu kan masih kecil ! Kamu ngga bisa masukin kelereng ke dalem botol, trus ngga bisa mecahin air dalam plastik, juga belom bisa ngambil koin dalem pepaya. Paling cuman boleh ikut lomba makan krupuk ma mewarnai aja.

Anak 2 : Uuh..Biarin. Pokoknya aku mo ikut semua lomba ! Biar ! Biar aja ! Biar hadiahnya buanyaak. (anak 2 mulai ngerasa bete...)

Anak 1 : Huuuss..Ngga boleh ! Dibilangin ga percaya ! Anak kecil itu cuman boleh ikut lomba makan krupuk ama mewarnai. Kalo ga percaya sana tanya ama Bu RT !! (anak 1 ngga mo kalah. Teteep ngotot)

Anak 2 : Bu RT, mang aku ga boleh ikut lomba 17-an ya? Katanya aku masih kecil. Ihiiks..ihiiks..(anak 2 mulai ngga bisa nahan tangis..)

Bu RT : Lho kata siapa ? Ngga, gini lho...semua anak boleh ikut semua jenis lomba yang diadain di sini. Tapi sabar ya, nunggu giliran......

Anak 1 : Tapi Bu ! Dia kan masih kecil, umurnya aja belum ada 4 tahun. Masak mo ikut semuanya..Pasti kalahnya dong Bu !

Bu RT : Lho emangnya kamu juga udah besar ??

Anak 1 : Ehhm (ragu-ragu menjawab)..iya udah dong Bu ! Sekarang aja umurku dah 5 th. Dah di TK Besar. Lha dia masih di TK Kecil..brarti masih kecil dong Bu !!

Bu RT : (berbicara pada anak 2) Kamu kenapa pengin ikut lomba 17-an, sayang? Apa karna pengin dapet hadiah yang banyak? Kalo cuman hadiah, kamu ngga usah kawatir, nanti semua dapet hadiah kok, baik yang menang ato kalah...dan hadiahnya buanyaak..

Anak 2 : (terdiam..ngga mo jawab)..

Bu RT : Lho kok diem aja..ngga jawab, Napa?

Anak 2 : (agak ragu-ragu akhirnya ia mau berbicara) Aku pengin ikut lomba yg buanyak biar ndak malu ama temen-temen di sekolah!! Soalnya temen-temen ku pada ikut lomba 17-an semua dan banyak dapet hadiah. Ada yang juara makan krupuk, ada yang juara masukin pensil dalem botol, ada yang juara bawa kelereng..pokoknya banyak, Bu !!! Pokoknya aku harus ikut semua ya Bu ?!!! (pinta nya setengah memaksa)

Bu RT : (Berpikir....(anak 2 ini benar-benar memiliki semangat 45, pantang menyerah dan trus berjuang.....))

Children Happiness (1)


Siapakah yang paling antusias dalam menyambut bulan Agustus ??. Jawabannya adalah : Anak-anak !! Tanpa peduli apakah mereka tau alasan dibalik 17-an ato tidak, Tanpa peduli apakah mereka menang ato kalah dalam lomba nanti, Tanpa peduli mereka kelelahan mengikuti acara 17-an dari pagi sampe malem, Tanpa peduli jika mereka menang paling-paling hadiahnya buku dan alat tulis saja, tapi yang pasti mereka benar-benar antusias memperingati 17-an di kampung.

Lihatlah ekspresi anak-anak tersebut, ada yang melompong (padahal sebetulnya seneeeng buangeet..), ada yang kecentilan minta di foto terus, ada yang cuek (yang penting bisa maem krupuk sepuasnya), ada yang ‘ambisius’ (semua jenis lomba diikuti supaya bisa dapet hadiah yang banyak) dan bahkan ada yang malu-malu tapi seneng. Beragam ekspresi dapat ditangkap dari kegiatan 17-an kemaren di kampung saya....

Semangat ’45...Budaya atau Nasionalisme ?

Nggak terasa sekarang sudah bulan Agustus.... Suatu bulan yang amat bersejarah bagi bangsa Indonesia. Coz di bulan ini ada suatu angka yang ‘keramat’ yaitu angka 17. Yap !! 17 Agustus merupakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia tercinta. Entah mengapa suatu kegiatan yang menyerupai rutinitas selalu saya jalani dari taon ke taon di kampung. Cuman barangkali yang berbeda adalah status saya dalam memperingati 17-an. Kalo dulu mungkin saya berstatus hanya sebagai ‘warga kampung biasa’ *anggota*, sekarang (entah bagaimana ceritanya) status saya berubah menjadi ‘Ibu RT’ !!!

Dan dari ‘status baru’ inilah saya akhirnya menyadari bahwa untuk merubah budaya atau tradisi di suatu daerah amatlah sulit. Selalu seperti itu dari tahun ke tahun...kalo ngga jalan sehat, lomba makan krupuk, dan lomba-lomba lainnya yang sering kita lihat di kampung. Akhirnya yang ada adalah semacam budaya ato tradisi yang terus dilakoni dari tahun ke tahun.

Sempat saya berpikir, Apa hubungan makan krupuk dengan perang kemerdekaan RI ? Apakah nasionalisme kita diukur dari berapa banyak lomba yang kita ikuti ? Apakah nasionalisme kita diukur dari berapa jumlah krupuk yang dimakan ??!! Dan ketika lomba-lomba sejenis yang ada di kampung sudah menjadi budaya ato tradisi, maka sulit untuk mengubahnya.

Gimana kalo lomba makan krupuk diganti dengan lomba Mengeja dan Matematika (untuk anak-anak), lomba Pidato (untuk orang tua), lomba Debat (untuk remaja) ha.ha.ha.ha.


Nah lho pusing ngga?!